Komitmen : Walikota Madiun, Maidi ingin menuntaskan Pekerjaan Sebelum Berakhir Jabatan.
Komitmen : Walikota Madiun, Maidi ingin menuntaskan Pekerjaan Sebelum Berakhir Jabatan.

Walikota Madiun Tuntaskan Pekerjaan Sebelum Berakhir Jabatan

KBRN, Madiun : Walikota Madiun, Maidi akan menyelesaikan tugas-tugasnya sebelum masa jabatannya berakhir pada akhir tahun ini. Salah satunya adalah mengakomodir anak orang tidak mampu maupun anak yatim-piatu untuk mengenyam pendidikan hingga sarjana.

Program tersebut terakomodir melalui pemberian bantuan beasiswa mahasiswa (BBM) bagi warga Kota Madiun yang telah digulirkan sejak awal kepemimpinannya pada 2019 lalu.

Pun juga menjadi skala prioritasnya untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM). Semangat pengembangan sumber daya manusia (SDM) ini, lanjutnya semata untuk melahirkan generasi emas bagi kota cerdas (smart city).

"Anak orang tidak mampu, anak yatim piatu itu yang saya kuliahkan. Sekarang 1.000 anak, ini harus saya selesaikan sampai habis. Kalau program itu nggak jalan terus, ya kasihan lah mereka," ujarnya, Kamis (6/4/2023).

Walikota, Maidi menyatakan, jika anak Kota Madiun cerdas, mereka berani bersaing dengan daerah lain. Dengan begitu ketika lulus kuliah, mereka diharapkan bisa berkontribusi untuk memajukan daerah.

Maidi menyadari, Kota Madiun tidak memiliki sumber daya alam (SDA) seperti daerah lainnya. Karena itu SDM perlu ditingkatkan melalui program BBM tersebut. Maidi menegaskan, semua warga memiliki hak pendidikan yang sama. Menurutnya, tidak memiliki biaya bukan berarti tidak bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

"Karena itu pemkot hadir untuk menyekolahkan mereka sampai lulus perguruan tinggi," tambahnya.

Adapun program BBM berlaku bagi mahasiswa dengan masa studi maksimal empat tahun (8 semester). Jika molor, bantuan secara otomatis dihentikan. Selanjutnya, mahasiswa membiayai studi secara mandiri.

Nominal BBM per mahasiswa yang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di luar kota mendapat Rp9 juta per tahun atau untuk dua semester. Sedangkan mahasiswa yang menempuh pendidikan di PTN maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Madiun mendapat Rp 6 juta per tahun.



Oleh: Eka Wulan
Editor: Dayati
sumber: rri.co.id

Connect With Us
OPENING: Kadindik Kota Madiun Lismawati bersama Kepala SMPN 3 Choirul Muttaqin meresmikan kelas bilingual dan Spenga E-Smart kemarin (1/8). (ARCHI FIRDAUS/RADAR MADIUN)
HANYA SEMENTARA: Puluhan kios semi permanen dibangun oleh dinas perdagangan bagi para pedagang Pasar Sleko dan Kawak selama proses perbaikan bangunan berlangsung. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
PARIPURNA: Sejumlah fraksi di DPRD menyampaikan pandangan umumnya terkait raperda perubahan APBD Kota Madiun 2023 kemarin (1/8). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
Ilustrasi Kecelakaan Kereta Api(Liputan6.com)
@istimewa
@istimewa

copyright© 2023 hallomadiun.com