Nguri-uri Budaya, Pejabat Forpimda Plus Kota Madiun Mainkan Gamelan Jawa

Nguri-uri Budaya, Pejabat Forpimda Plus Kota Madiun Mainkan Gamelan Jawa

MADIUN - Ada yang menarik disela peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI di Kota Madiun, Senin (17/8) kemarin. Pejabat Forpimda plus di Kota Madiun terlihat asik memainkan gamelan di halaman tengah Balaikota. Pemerintah Kota Madiun memang memiliki seperangkat gamelan untuk menghibur tamu yang datang. Pengrawitnya dari aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Madiun.

Nah, pemandangan sedikit berbeda kemarin. Sambil menunggu upacara Detik-detik Proklamasi secara virtual di GCIO Dinas Kominfo Kota Madiun, pejabat Forpimda plus Kota Madiun mencoba memainkan gamelan tersebut. Termasuk Walikota Madiun Maidi yang bertindak selaku dirigennya. Komandan Lanud Iswahjudi memainkan gender, Komandan Kodim 0803 Madiun memainkan demung, Kapolres Madiun Kota memainkan kempyang dan gong, Ketua DPRD Kota Madiun memainkan kendang, Kajari Kota Madiun memainkan saron, Komandan Batalyon Brimob C Madiun memainkan saron, dan perwakilan Yonif Para Raider 501 Bajra Yudha memainkan peking.

"Spontanitas saja. Kebetulan transitnya kan di balai kota sini. Lihat ada itu (gamelan), ingin mencobanya, kenapa tidak," kata Walikota Maidi.

Hasilnya jangan ditanya. Tentu tak sebaik pemain aslinya. Namun, sudah cukup bisa didengarkan. Sudah cukup kompak. Gamelan di halaman tengah Balai Kota memang sudah disiapkan bagi siapa saja yang ingin mencoba. Setiap wilangannya sudah ditambahkan angka-angka. Selain itu, buku gending-gending juga ada. Artinya, tinggal mengikuti. Hanya perlu menyelaraskan satu dengan lainnya.

"Kita punya seperangkat gamelan sudah sejak lama. Sayang kalau hanya dimanfaatkan di hari tertentu. Makanya saya minta beberapa dibawa ke sini. Biar bisa dimainkan sewaktu-waktu," ungkapnya.

Walikota menginstruksikan ASN lingkup sekretariat Pemkot Madiun bisa memainkan gamelan tersebut. Mereka diminta siap menghibur tamu sewaktu-waktu. Iringan musik dari gamelan secara langsung tentu memberikan kesan berbeda. Suara karawitan tidak hanya bisa didengar. Namun. Aksi para pengrawitnya juga bisa dilihat. Hal tersebut juga menjadi upaya Pemerintah Kota Madiun melestarikan budaya Jawa.

"Dengan menyuguhkan karawitan kepada tamu, setidaknya turut mengenalkan kesenian ini kepada mereka. Siapa tahu ke depan juga banyak tamu dari luar negeri," pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)



Diposting oleh : madiuntoday

Connect With Us
OPENING: Kadindik Kota Madiun Lismawati bersama Kepala SMPN 3 Choirul Muttaqin meresmikan kelas bilingual dan Spenga E-Smart kemarin (1/8). (ARCHI FIRDAUS/RADAR MADIUN)
HANYA SEMENTARA: Puluhan kios semi permanen dibangun oleh dinas perdagangan bagi para pedagang Pasar Sleko dan Kawak selama proses perbaikan bangunan berlangsung. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
PARIPURNA: Sejumlah fraksi di DPRD menyampaikan pandangan umumnya terkait raperda perubahan APBD Kota Madiun 2023 kemarin (1/8). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
Ilustrasi Kecelakaan Kereta Api(Liputan6.com)
@istimewa
@istimewa

copyright© 2023 hallomadiun.com