HANYA SEMENTARA: Puluhan kios semi permanen dibangun oleh dinas perdagangan bagi para pedagang Pasar Sleko dan Kawak selama proses perbaikan bangunan berlangsung. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
HANYA SEMENTARA: Puluhan kios semi permanen dibangun oleh dinas perdagangan bagi para pedagang Pasar Sleko dan Kawak selama proses perbaikan bangunan berlangsung. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Ada Proyek Rehab, Pedagang Pasar Sleko-Kawak Direlokasi

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Rehabilitasi Pasar Sleko dan Kawak dimulai. Selama perbaikan berlangsung, relokasi pedagang di dua pasar tersebut dilakukan secara bertahap. Kemarin (1/8), 37 pedagang di Pasar Sleko mulai boyongan menempati bidak pasar sementara di Jalan Brantas.

Sedangkan di Pasar Kawak, baru 12 orang dari 50 pedagang yang masuk rencana relokasi telah pindah jualan ke Jalan Kutai dan Mahakam. Sementara, sebagian pedagang lainnya memilih berjualan di rumah mereka selama perbaikan Pasar Kawak dilakukan. "Mungkin lainnya jualan di rumah dulu," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Ansar Rasidi.

Ansar mengatakan, relokasi berlangsung selama empat bulan. Pemindahan tempat berjualan para pedagang itu menyesuaikan jadwal perbaikan pasar yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

"Sebelum direlokasi, kami telah melakukan berbagai tahapan. Di antaranya, menyosialisasikan ke pedagang pasar maupun kepada lingkungan atau masyarakat sekitar pasar," terangnya, kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Menurutnya, rehab bangunan dua pasar tradisional itu dilakukan agar tempat berjualan pedagang lebih representatif, tertata dan dapat meningkatkan kunjungan konsumen ke Pasar Sleko dan Kawak. "Kalau di Pasar Kawak, kami melakukan rehab total. Sehingga pedagang yang ada di dalam, semuanya harus keluar untuk direlokasi. Sampai saat ini, progres berjalan sesuai schedule dan lancar," ujar mantan kepala dinas perhubungan itu.

Ansar menjelaskan, penataan di Pasar Sleko menyasar pedagang kuliner dan bunga. Karena sesuai kondisi eksisting bangunan ada yang menghadap ke Jalan Brantas dan sebagian ke dalam pasar. "Selama relokasi, retribusi tetap jalan. Soalnya, mereka sudah bayar di awal tahun," pungkasnya. (ggi/her)

TENTANG RELOKASI PASAR TRADISIONAL

Rehabilitasi Pasar Sleko

  • Pelaksana proyek: CV Bahaya Biru Tama
  • Nilai kontrak: Rp 935 juta
  • Jumlah pedagang yang direlokasi: 37 orang
  • Tempat relokasi: Jalan Brantas

Rehabilitasi Pasar Kawak

  • Pelaksana proyek: CV Palillah
  • Nilai kontrak: Rp 2,44 miliar
  • Jumlah pedagang yang direlokasi: 50 orang
  • Tempat relokasi: Jalan Kutai dan Jalan Mahakam


Editor: Mizan Ahsani
Sumber : radarmadiun.jawapos.com

Connect With Us
Kru Bus Sugeng Rahayu dihukum push up oleh anggota TNI di Madiun. (Istimewa/Tangkapan Layar)
OPENING: Kadindik Kota Madiun Lismawati bersama Kepala SMPN 3 Choirul Muttaqin meresmikan kelas bilingual dan Spenga E-Smart kemarin (1/8). (ARCHI FIRDAUS/RADAR MADIUN)
HANYA SEMENTARA: Puluhan kios semi permanen dibangun oleh dinas perdagangan bagi para pedagang Pasar Sleko dan Kawak selama proses perbaikan bangunan berlangsung. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
PARIPURNA: Sejumlah fraksi di DPRD menyampaikan pandangan umumnya terkait raperda perubahan APBD Kota Madiun 2023 kemarin (1/8). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
Ilustrasi Kecelakaan Kereta Api(Liputan6.com)
Agenda Suro dan Suran Agung di Kota Madiun akan dikemas menarik sebagai wisata silat. (Ilustrasi/Hum)

copyright© 2023 hallomadiun.com